Jumat, 27 Mei 2011

Catatan#

These days blew me up, fragrance filling my chest
I really need to have a date with my brushes, but it's only a brush without oil here,
I can do nothing
I hope I could do something, because papers with pencils is not enough for this time
And I am saying it for sure, those things will never enough for this time

25/05/11

Oh.my.god
I just wanna scream: I did it!
Accidental meeting, unpredictable place, unscheduled time
I AM shaking, but yes, I did it
And the conversation in front of the three big frames, never brave enough to imagine it
Again, YES, I DID IT

Sabtu, 21 Mei 2011

#3

"I'm not brave enough"

but still I think I really need to do that
eventhough it scares me
then the second option became the best solution: undirect.

because I do hope the same with you
the moment just now will be the last enter
please make it
or you'll die

~the thing(s) you did~
fog blinds me, I'm too afraid to make a move
please make it obvious, so I won't make a wrong movement
I would make a careful movement
it's just: I am afraid if it's just my perspective, nothing else

Kamis, 19 Mei 2011

#2

right now, it feels so close, but I feel it for sure, yes, it is so close, but still I hesitate about the truth
is it a reality?
i hope so, because if it isn't I will fall so deep
deep inside, close the door 'till it vanish

Senin, 25 April 2011

#1

once in a while, it feels so close, but then I realize that it is a fake

Jumat, 01 April 2011

Catatan2: kanvas terakhir

aku tak bermaksud untuk memakai potongan kanvas terakhir itu.
tetapi, malam itu terlalu penat.
ritual pun kurasa perlu untuk menenangkan diri.
kulangkahkan kaki ke 104 H, "gudang" yang menjadi selalu menjadi tempat terbaik di kala kamar terasa begitu menyesakkan.
bukan karena penghuni kamar, bukan.
Hanya saja aku terlalu lama menyimpan masalah-masalah kecil, aku tak terbiasa membaginya dengan orang lain.
aku terbiasa membaginya dengan buku merahku, atau dengan palet serta kuas nomor 5 dan 9 favoritku.


lukisanku malam itu bernuansa merah bata, spektrum warnanya vertikal.
kuberi warna putih di beberapa titik, kuharap itu dapat menjadi pencerahan besok, karena aku masih harus masuk kelas besok.

Sabtu, 12 Maret 2011

Ima, Ai ni Yukimasu/ BE WITH YOU: Film romantis Jepang yang benar-benar membuatku menangis setiap kali melihatnya...

Pada awalnya, kamu akan mengira film ini biasa saja, hanya film so sweet seperti film-film lainnya, akan tetapi di tengah film ini kamu akan dibuat penasaran, "sebenarnya bercerita tentang apa film ini, dan apa inti dari film ini?". penonton akan dibiarkan penasaran untuk beberapa saat, tetapi lama-kelamaan kamu pasti akan mengerti jalan cerita film ini dan tak mengira akhirnya akan seperti ini.

Film ini bercerita tentang Mio dengan Takumi.
Mio dan Takumi bersekolah di sekolah yang sama semasa SMA, dan mereka berada dalam kelas yang sama pula. dua tahun duduk bersampingan di kelas, mereka tak pernah memulai percakapan.
tak disangka-sangka, mereka memiliki perasaan yang sama.
berpisah saat kuliah ternyata tidak memutuskan cinta mereka. perasaan itu tetap tersimpan rapi dalam benak Mio dan begitu pula Takumi selama berpisah di jenjang universitas.
Berbekal pulpen yang "terbawa" oleh Mio saat menandatangani buku kenangan waktu SMA, mereka pun bertemu kembali dan akhirnya mengerti satu sama lain. akan tetapi penyakit yang diderita Takumi membuatnya menarik diri dari Mio. Tapi memang kekuatan cinta tak dapat dilawan, Mio pun memberanikan diri untuk bertemu dan memutuskan untuk tetap bersama Takumi. dalam selang waktu tersebut, Mio mendapatkan pengalam nyang sangat berharga bagi dirinya, yang membuatnya berani menyapa kembali Takumi.
mereka berduapun akhirnya menikah dan memiliki anak yang lucu bernama Yuji. Yuji anak yang mandiri, cerdas, dan sangat menyayangi kedua orang tuanya. Sayangnya, Mio meninggal karena suatu alasan [yang tidak dijelaskan dalam film ini] dalam usia yang masih muda, 28 tahun, meninggalkan Yuji yang berumur 5 tahun dan Takumi, hanya berdua.
Pada suatu musim hujan, Mio datang dan tinggal bersama mereka kembali. Hanya 6 minggu, namun menyisakan kenangan yang teramat indah di benak Takumi dan Yuji.
Mereka tetap mengenang Mio sampai Yuji beranjak dewasa, mengenang kenangan indah mereka di musim hujan bertahun-tahun yang lalu.


Film ini dibuat dengan setting yang damai, membuat penontonnya merasakan hal yang sama saat menontonnya. aku tidak pandai mendeskripsikannya, tetapi banyak makna yang bisa didapat dari film ini. Film ini mengajarkan kepada kita makna cinta yang tulus, antara dua sejoli di masa remaja, bagaimana mereka mulai mengenal, cinta tulus Ayah dan Ibu kepada anaknya, dan di antara mereka berdua.


Setting film ini mengambil lokasi-lokasi pedesaan di Jepang, lengkap dengan ramah-tamah penduduk di sana. rutinitas masyarakat desa yang sederhana, melambangkan kesejahteraan jiwa yang berada di sana. lingkungan yang asri, hutan lindung yang teduh, bahkan kebun bunga matahari yang sangat indah. membuatku ingin ke sana. :D

Hari ini aku sudah tiga kali menyaksikan film ini. Hari ini juga aku sudah tiga kali menangis di depan layar monitor.
Aku tinggal di asrama dan menonton film ini bersama. dan sungguh, perhatikan saja semua yang keluar dari ruang komputer pasti bermata sembab. mereka semua menangis. dan wajar jika mereka menangis, karena film ini sangat menyentuh.
kalau kalian mencari film romantis yang memiliki makna, maka kalian patut menonton film ini.
bedakan antara menonton film romantis lainnya dan film ini. kamu akan mengerti mengapa film ini mampu membuatmu menangis...

cek filmnya: WATCH ME
selamat menikmati!